top of page
Search
  • Oktaviani Charra

Luncurkan TaniFoundation, TaniHub Group Ajak Masyarakat Berdayakan Petani Indonesia dengan Kolaboras

Updated: Aug 20, 2021



TaniHub Group, startup agritech dengan pertumbuhan terbesar di Indonesia, terus berupaya menciptakan dampak positif di masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan petani dan pihak lainnya yang saling terkait di dalam ekosistem pertanian. Sebagai inisiatif untuk mengakselerasi upaya tersebut, TaniHub Group resmi meluncurkan TaniFoundation sebagai bagian dari keluarga besar perusahaan.



Seremoni peresmian tersebut dilakukan secara daring dan disiarkan secara langsung di YouTube channel TaniHub, serta akun Instagram TaniHub dan TaniFund pada Sabtu, 26 Juni 2021. Acara tersebut diawali oleh sambutan dari CEO TaniHub Group Pamitra Wineka, Keynote Speech oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo, dan sambutan oleh Advisor TaniFoundation sekaligus Rektor IPB University Prof. Arif Satria.

Selanjutnya, acara diramaikan oleh talk show dengan narasumber Founder dan CEO BenihBaik.com Andy F. Noya, Founder dan CEO Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) Veronica Colondam, Founder dan CEO EPTILU Farm Rizal Fahreza, dan Ketua Dewan Pengawas TaniFoundation Natalia Rialucky Marsudi. Bertindak selaku moderator talk show yakni Head of Corporate Communication TaniHub Group Ade Mulya.


Acara tersebut juga dihadiri oleh manajemen TaniHub Group serta para advisor dan collaborator TaniFoundation.


Latar belakang didirikannya TaniFoundation yakni karena TaniHub Group melihat perlunya intervensi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan 33,5 juta lebih petani di Indonesia. Kendati sektor pertanian menjadi kontributor terbesar ketiga terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, para petani masih mengalami kendala dalam mengakses berbagai hal yang dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas mereka. Sejumlah kendala tersebut yakni terbatasnya akses terhadap permodalan, informasi dan sarana produksi, serta yang paling krusial yakni pemasaran untuk hasil panen.

TaniHub Group berkomitmen terhadap upaya perbaikan kesejahteraan petani karena Social Impact (Dampak Sosial) merupakan salah satu pilar bisnis perusahaan selain Agriculture (Pertanian) dan Technology (Teknologi). Melalui TaniFoundation, petani dapat dilatih untuk meningkatkan kapasitasnya dan memperluas akses pasarnya dengan didukung oleh program-program di bidang teknologi dan infrastruktur pertanian, serta inklusi keuangan dan kesejahteraan. Beberapa contoh konkret program TaniFoundation yaitu pelatihan pertanian modern, penerapan teknologi precision farming, serta pelatihan literasi keuangan dan kewirausahaan, yang juga dapat difokuskan untuk petani perempuan.



“Tahun ini, kami menghadirkan TaniFoundation yang akan menjadi mitra TaniHub Group dalam memberikan peningkatan kapasitas, teknologi, dan infrastruktur, serta meningkatkan kesejahteraan dan inklusi keuangan bagi para petani,” CEO dan Founder TaniHub Group, Pamitra Wineka.

CEO TaniHub Group Pamitra Wineka mengatakan, sejak 2016, TaniHub Group melalui platform TaniHub, TaniFund, dan TaniSupply telah menciptakan ekosistem untuk membantu petani mengatasi tantangan dari hulu ke hilir. Hingga kini, TaniHub Group telah mendukung lebih dari 46.000 petani serta meningkatkan hasil tani dan pendapatan mereka, masing-masing sebesar 48% dan 20%. Sebagai kelanjutan solusi jangka panjang yang konsisten dan berkelanjutan, TaniFoundation hadir untuk melipatgandakan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang bekerja di sektor pertanian.

“Tahun ini, kami menghadirkan TaniFoundation yang akan menjadi mitra TaniHub Group dalam memberikan peningkatan kapasitas, teknologi, dan infrastruktur, serta meningkatkan kesejahteraan dan inklusi keuangan bagi para petani,” ujarnya.

TaniHub Group meyakini, TaniFoundation dapat memberikan edukasi dan pengembangan keahlian (skill) terhadap 1 juta petani pada 2024. Unit nirlaba ini juga diharapkan bisa menghubungkan para petani dengan infrastruktur dan teknologi yang kuat menghadapi perubahan iklim. Selain itu, TaniFoundation ditargetkan untuk menciptakan ekosistem yang kolaboratif dengan banyak mitra, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Guna memastikan sebanyak mungkin elemen masyarakat dapat terlibat dalam upaya tersebut, TaniFoundation siap berkolaborasi dengan berbagai organisasi dan institusi, baik pemerintahan, swasta, maupun nirlaba. Saat ini, TaniFoundation telah berinteraksi erat dengan berbagai pihak dan menghasilkan dua pilot program yang akan segera diluncurkan.

Program pertama yaitu “1.000 Langkah Petani”, sebuah kolaborasi bersama TaniFund, Kitabisa.com, dan Unilever, untuk 1.000 petani di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Dalam program tersebut, para petani akan mendapatkan dukungan untuk pekerjaan mereka dalam bentuk 1.000 pasang sepatu karet, pelatihan literasi keuangan, serta edukasi kesehatan dan higienitas.

Dalam program kedua yang berjudul “Olah Biogas & Biosuri”, TaniFoundation bekerja sama dengan dengan Rumah Energi dan BenihBaik.com. Yayasan Rumah Energi adalah organisasi nirlaba yang berupaya menyediakan akses energi bersih dan keamanan pangan untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, mengentaskan kemiskinan, mengurangi risiko bencana, serta memitigasi dan beradaptasi terhadap krisis iklim. Sedangkan BenihBaik.com adalah sebuah platform crowdfunding yang didirikan oleh jurnalis senior Andy F. Noya bersama kedua rekannya, Khristiana Anggit Mustikaningrum dan Firdaus Juli. Sesuai dengan namanya, program tersebut akan melatih peserta untuk mengelola prosesor biogas dan bio-slurry (ampas biogas), yang dilengkapi dengan pelatihan perencanaan keuangan. TaniFoundation akan melaksanakan program tersebut di Bandung, Cianjur, Pangandaran, Garut, Pasuruan, dan Jombang.

Dalam sambutannya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, langkah TaniHub Group menghadirkan sebuah entitas yang menangani aspek sosial dari sektor pertanian telah menjadi sebuah tuntutan dan kebutuhan, serta harapan dari Kementerian Pertanian dan Indonesia. “Kita membutuhkan TaniFoundation yang dapat berpikir secara holistik untuk kepentingan pertanian dari hulu ke hilir yang semakin efektif, efisien, dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani. Saya percaya besok kita akan memiliki kekuatan pertanian yang tidak kalah dengan negara apapun.”

Pada kesempatan yang sama, salah satu Advisor TaniFoundation Prof. Arif Satria, yang juga adalah Rektor IPB University mengatakan bahwa dunia saat ini dihadapkan pada situasi yang menentukan kemajuan di masa depan. Pertama, prinsip Triple Bottom Line yang menuntut kolaborasi antara ekonomi dan bisnis, sosial, serta lingkungan. Kedua, Revolusi Industri 4.0, yang berdampak besar pada perkembangan smart farming dan digital agriculture.

“Tantangan kita di Indonesia adalah bagaimana melakukan upaya percepatan transformasi menuju pertanian 4.0. Oleh karena itu, kehadiran TaniFoundation menjadi sangat penting untuk harmonisasi berbagai kepentingan, yaitu kepentingan bisnis, ekonomi, sosial, dan kesejahteraan petani, kemajuan masyarakat desa, serta sustainability. Ini adalah jawaban kita untuk menjawab tantangan zaman,” ujar Arif.

Pemilihan lokasi di Bali pun telah melalui hasil riset mendalam terkait potensi daerah tersebut. Bali dipilih sebagai cabang kelima setelah Bogor, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya adalah karena potensi Pulau Dewata yang sangat besar di bidang pertanian, pariwisata, kuliner, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bahkan secara khusus, Kabupaten Badung merupakan salah satu dari tiga wilayah dengan jumlah restoran dan rumah makan tertinggi se-Pulau Dewata. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2018 terdapat 2.518 restoran dan rumah makan di seluruh Bali, dengan jumlah paling tinggi terletak di Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, dan Kota Denpasar.



24 views
bottom of page